Senin, 04 Maret 2013

Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Bulan

Tumbuh Kembang Anak Bulan Ke-4
Perkembangan Emosi
Melewati usia 3 bulan reaksi emosi bayi sudah lebih jelas. Jika ada keinginan yang tak terpenuhi, si kecil bisa mengomunikasikannya dengan gerak tubuh, rengekan atau tangisan yang beritmis, serta mimik muka. Adakalanya emosi yang muncul karena rasa marah dan kecewa- ditampakkan dengan berlebihan seperti berteriakteriak dan perlu waktu untuk  menenangkannya. Orangtua dapat membangun emosi positif dengan berusaha jeli memahami apa kebutuhan bayinya dan harus sering mengajaknya bicara pada setiap kesempatan. Berikan stimulasi setiap berinteraksi dengan anak.
Bayi sudah bisa merasakan emosi orangtuanya yang sedang sedih, marah, letih dan sebagainya. Umpamanya, saat si kecil berceloteh lantas ibu mengeluarkan suara dengan intonasi tinggi, ia akan diam. Bayi yang memiliki gangguan emosi justru cuek pada apa yang terjadi di sekelilingnya. Kalau ini yang terjadi, sering-seringlah mengajak si kecil bermain, ngobrol, mendongeng, dan lain sebagainya. Dengan begitu, setidaknya ada rangsangan ke otak si kecil untuk bisa fokus ke satu hal yang tengah dihadapinya.
Bayi sudah mengenali raut wajah kedua orangtuanya. Maka itu, perlihatkan wajah yang selalu ceria padanya. Hal ini akan memberi pengaruh pada keceriaannya juga. Wajah cemberut dan kesal yang kerap diperlihatkan pada bayi, hanya akan membuatnya juga jadi mudah marah.

Perkembangan Motorik kasar
Bila ditengkurapkan, bayi dapat mengangkat dada dan menopang dengan kedua tangannya. Terkadang, ia pun menumpu pada kedua kakinya. Otot leher yang semakin kuat, memungkinkan bayi untuk menegakkan kepala dan menggoyangkan kepalanya. Bila otot leher bayi masih terkulai lemas maka perlu dicurigai.
Bila didudukkan dengan dipangku, kepalanya dapat tegak. Curigai bila kepalanya lemas terjatuh atau menunduk.
Sudah berguling atau tengkurap-telentang sendiri. Beberapa bayi masih perlu bantuan untuk itu. Ini masih wajar. Saat tubuhnya miring-miring, coba bantu dia membalikkan badannya. Waspadai bila menaruhnya di tempat tidur karena dengan kemampuannya yang baru ini, ia berisiko terjatuh bila tidak diawasi.
Ketika bayi telungkup, berikan mainan berbunyi di hadapannya agar ia berusaha mengangkat kepala. Ini juga melatih kekuatan otot leher yang diperlukan saat ia belajar duduk nantinya dan untuk belajar meraih mainannya. Jangan sering menggendongnya, lebih baik taruh bayi di tempat tidurnya agar banyak bereksplorasi.
Bayi sudah diajar untuk didudukkan. Contoh, dari posisi telentang, kita bisa menarik kedua tangannya perlahan sehingga ia seolah-olah dalam posisi duduk. Sudah memungkinkan juga untuk memosisikan bayi duduk saat digendong, dipangku atau diletakkan di kereta dorong bayi.

Perkembangan Motorik halus
Bila diberikan mainan, bayi dapat menggenggam dan memainkannya.
Dapat meraih benda.
Memasukkan tangan ke mulut dengan mainan atau benda.
Bola mata mengikuti arah benda yang digerakkan dihadapannya tanpa diikuti gerakkan kepala.

Perkembangan Kognitif
Aktif memerhatikan orang yang ada di dekatnya atau yang mengajaknya bicara atau objek yang berada di dekat/dalam pandangannya. Mulai ada ketertarikan untuk mengamatinya.
Bermain dengan mainan kerincingan atau memainkan tangan, kaki maupun jarijari tangan dan kakinya.
Mencari sumber suara dan mengeskplorasi rasa dengan menggunakan tangan dan mulut.

Perkembangan Bahasa
Respons bayi sudah lebih kompleks. Untuk mengungkapkan perasaan, ia tak hanya mengeluarkan bunyi-bunyian vokal maupun diftong (ai, oi, au), tapi juga dibarengi gerakan anggota tubuh. Misal, saat ia mendengar bunyi, ia akan menggerakkan mata atau tubuhnya mencari sumber suara tadi. Ketika diajak bicara, bayi tampak serius memerhatikan dan mengamati orang yang mengajaknya bicara itu.
Tangisannya pun sudah bervariasi. Ada perbedaan pada tangisan saat lapar, kesal, marah, mengantuk, dan sebagainya. Ia juga sudah bisa menjerit-jerit. Lantaran itu, orangtua harus peka dengan apa yang tengah dibutuhkan bayi.

Perkembangan Perkembangan psikososial
Mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara beragam. Contoh, ketika diajak bicara, ia memberi respons berupa suara atau tingkah yang memperlihatkan kesenangan maupun ketidaksenangan. Jika ada hal yang menurutnya menyenangkan, ia bisa tersenyum bahkan tergelak tertawa.
Menyukai permainan yang bersifat sosial atau permainan yang bersenda gurau, seperti main cilukba.
Kontak mata semakin intens dan bola matanya dapat mengikuti arah pergerakan objek. Secara visual, bayi sudah mengenali orangtuanya.
Bisa menarik perhatian. Antara lain dengan tertawa keras, menjerit, menghentakkan badan, menendangkan kaki, main ludah dan lainnya.
Memberi respons dengan menoleh pada suara yang menarik perhatiannya. Ada keinginannya untuk digendong oleh orang yang mendekatinya.

Ukuran Tubuh
Berat badan antara 4,7-6,7 kg, panjang badan sekitar 57,8 -63,7 cm dan lingkar kepala antara 38-44 cm.

Tumbuh Kembang Anak Bulan Ke-5
Perkembangan Motorik kasar
Bila bayi mengamati sesuatu pada satu sisi, ia akan memiringkan kepala dan badan sehingga membuatnya terguling. Karena itu, hati-hati jika menaruh bayi, perhatikan sekelilingnya, apakah cukup aman dan tidak berisiko membuatnya terjatuh.
Kepalanya sudah bergerak-gerak dengan aktif jika ditelungkupkan. Ia pun mulai bisa bertopang tegak pada kedua lengannya (dengan ujung-ujung jari kaki menahan pada alas). Dalam posisi telungkup pun ia mudah untuk bergerak memutar.
Ketika dari posisi telentang, kedua tangannya ditarik, kedua lengannya akan melengkung dan kepala bayi menunduk ke depan sehingga dagu menyentuh dada. Ketegangan otot perut dan pangkal paha juga menyebabkan pinggul tertekuk. Bayi pun dapat duduk dengan dibantu.
Kalau bayi "diberdirikan" dengan memegang kedua ketiaknya, tampak kedua kaki bayi bisa tegak. Bertumpu pada kedua kaki dengan posisi seimbang bisa dilakukan dalam hitungan 1-2 detik.

Perkembangan Motorik halus
Bayi sudah mencoba meraih mainan yang digerak-gerakkan di depan pandangannya atau yang ditaruh di dadanya.
Telapak tangannya sudah membuka sehingga orangtua bisa memegang kedua tangannya dan membantu si kecil untuk bertepuk tangan.
Sudah bisa memerhatikan suatu objek yang berjarak.

Perkembangan sosial-emosi
Bayi mulai memunculkan berbagai suara sebagai ekpresi rasa senang atau tidak senang ketimbang menangis.
Dapat memberi respons dengan mengoceh atau tersenyum pada orang dewasa yang mengajaknya bercanda.
Bisa membedakan wajah-wajah yang tersenyum, suara-suara ramah maupun yang menunjukkan amarah. Respons yang diberikan berbeda terhadap apa yang dilihat. Maka itu, seringlah memberikan senyuman serta suara riang gembira pada bayi.
Dapat menikmati permainan, baik bermain sendiri dengan suatu objek atau bermain sosial semisal bermain cermin. Ia akan tersenyum ketika melihat bayangannya di cermin.
Mengulurkan tangan minta digendong ibu atau orang yang sudah dikenalnya.
Jika ada bayi lain, biasanya ia memberikan respons untuk menarik perhatian. Seperti dengan menendang-nendangkan kaki, tertawa, main ludah atau melambungkan badannya ke atas-ke bawah.

Perkembangan Kognitif
Dapat bereksplorasi sensori dengan menggunakan tangan dan mulut. Lantaran itu, ia memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut.
Bisa meraih suatu objek dengan sengaja.
Seringkali terlihat memainkan tangan, kaki serta jemarinya sambil mengamati dengan penuh perhatian.
Mulai memahami air muka dan nada suara orang dan serta dapat memerhatikan dan menafsirkan perilaku orang yang senang, marah, dan lainnya. Bayi pun akan memberi respons dengan menunjukkan wajah ketakutan, keheranan atau lainnya.

Perkembangan Bahasa
Bisa berteriak-teriak ketika ditinggal sendirian atau tak ada orang di dekatnya.
Mengoceh dan menyuarakan suara-suara seperti "aaah", "ee", atau "oy".
Jika diajak bercanda bisa mengungkapkan rasa senang dan gembiranya dengan tertawa.
Mulai memberi respons dengan mendengar dan memerhatikan suara musik yang diperdengarkan, adakalanya dengan mendekut.
Orangtua bisa mestimulasi dengan memperdengarkan kata-kata yang familiar (sudah dikenalnya). Bayi akan mencoba-coba untuk menirukan suara-suara itu.

Ukuran Tubuh
Berat badan sekitar 5,3-7,3 kg, panjang badan 59,8 -65,9 cm, dan lingkar kepala
39-45 cm.

Tumbuh Kembang Anak Bulan Ke-6
Perkembangan Motorik kasar
Ketika ditelungkupkan, posisi kepala bisa tegak dan bisa menopang tubuhnya dengan kedua lengan yang ditegakkan. Posisi ini sudah lebih terlihat mantap dan seimbang ketimbang usia sebelumnya.
Kemampuan bergulingnya sudah lebih sering dan mudah terjadi.
Bila dalam posisi telentang kemudian kita ulurkan tangan, dia akan menggenggamnya dan akan mengentakkan badan untuk bergerak bangun ke arah posisi duduk. Ia merasa senang kalau ditarik untuk didudukkan.
Jika diposisikan duduk dengan dibantu, kepalanya dapat tegak cukup baik tanpa berpegangan. Memangku si kecil dengan posisi duduk dapat membantu menstimulasinya untuk posisi duduk.
Bila diposisikan berdiri dengan dipegangi pada kedua ketiaknya, kaki bayi dapat menumpu dengan baik dan sudah tampak keseimbangan meski hanya sebentar.

Perkembangan Motorik halus
Telapak tangan tidak lagi mengepal malah sudah membuka keseluruhan.
Ia dapat meraih dengan tepat sasaran sebuah objek dengan kedua tangannya.
Dapat memegang benda dengan telapak tangan dan semua jemari tangannya.
Ia bisa dilatih memegang biskuit untuk dimakannya.
Dapat mencoba-coba atau memanipulasi objek yang ada dalam genggamannya dan mengamat-amatinya. Selain itu, memukulkan objek yang dipegangnya pada meja, misalnya.
Dapat memindahkan benda yang dipegangnya dari satu tangan ke tangan lain. Sesekali ia gunakan pula tangan dengan bantuan mulut atau anggota badan lainnya. Pandangannya sudah lebih luas dalam melihat. Misal, ia bisa mengikuti gerakan orang yang melintas dalam ruangannya.

Perkembangan Emosi
Sudah dapat membedakan orang dekat dan orang baru sebagai orang asing baginya. Ia mulai mempunyai kesadaran akan orang asing maupun situasi yang asing. Lantaran itu, ia akan merasa senang dan bersikap ramah pada orang yang dikenalnya seperti orangtua ataupun pengasuh. Sebaliknya ia bisa merasa takut dan menangis saat disapa orang yang belum dikenalnya.
Bila di dekatnya ada bayi lain, ia akan menunjukkan minatnya dengan tersenyum. Kalau bayi didekatnya menangis, ia seolah menunjukkan minatnya pada suara tangisan tersebut dengan sikap diam mendengarkan.

Perkembangan Bahasa
Sebagian besar bayi usia ini dapat menggabungkan atau merangkaikan huruf hidup tertentu dengan bunyi-bunyi huruf mati. Ia bisa menyuarakan suku kata-suku kata seperti, "ma-ma", "da-da", dan "na-na" dengan nada berirama/ritmis.
Ia akan memerhatikan dengan baik orang yang berbicara dan menyebutkan namanya. Latih bayi untuk mencoba menirukannya.

Ukuran Tubuh
Berat badan sekitar 5,8-7,8 kg, panjang badan 61,6 67,8 cm, dan lingkar kepala 40-46 cm.

Perkembangan Kognitif
Ketika meraih benda, ia melakukannya dengan sengaja. Begitu juga saat melakukan eksplorasi sensori dengan memasukkan benda/sesuatu ke mulutnya.
Kemampuan mendengarnya cukup tajam dan perhatiannya besar pada suara-suara yang didengarnya. Ia juga bisa menentukan gerak pandangan/kepalanya ke arah munculnya suara. Bisa dicoba dengan meremas kertas di samping telinganya. Ia akan menoleh ke arah bunyi kresekan kertas.
Bisa membedakan suara ramah dan marah yang didengarnya serta memberi respons yang berbeda.

Dedeh Kurniasih.
Konsultan Ahli:
dr. Rini Sekartini, Sp.A(K)
dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta